-->

Memahami Kebijakan Google AdSense Tentang Konten Yang Mengejutkan (Shocing Content) 2019

Adsense | bagi seorang penerbit yang bekerja sama dengan Google adsense baik itu Blog ataupun Channel Youtube tentu harus memahami kebijakan kebijakan yang di keluarkan oleh Tim Google adsense agar tidak mengalami masalah yang dapat merusak hubungan  kerja sama antara penerbit dengan tim Google AdSense. pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang kebijakan baru dari Google pada tahun 2019 ini yaitu kebijakan untuk konten mengejutkan (Shocking Content ) dari pihak Google AdSense.

Memahami kebijakan google adsense tentang konten yang mengejutkan (Shoking Conten) 2019

ketika pihak Google membuat suatu kebijakan, pihak Google mencoba untuk mempertimbangkan kebutuhan para pengguna, pengiklan, dan penerbit. ingatlah ini, pada umumnya pengiklan tidak ingin menempatkan iklan mereka disamping jenis konten yang mengejutkan , jadi apa yang kita anggap sebagai konten yang mengejutkan? mengejutkan disini dapat mencakup berbagai jenis konten,

untuk mempermudah, disini akan kita golongkan menjadi 3 konten yaitu :
1. Konten Yang Mengandung Gore
2. Konten Kekerasan
3. Konten Yang Mengandung Kata-kata Kotor

disini akan saya jelaskan secara singkat dan padat apa yang dimagsud dari 3 poin tersebut.

Baca juga :
1. Cara Verifikasi Alamat (PIN) dari Google AdSense dan 5 Pertanyaan Paling Banyak Ditanyakan
2. Cara mengatasi masalah file ads.txt tidak berisi ID Penayang Adsense untuk situs blog

1. Konten yang mengandung gore

yang dimagsud dengan konten Gore adalah konten grafis yang menjijikan, yang meliputi gambar dan juga video yang mengerikkan, menjijikan atau akun trauma fisik, terutama yang menggambarkan kematian maupun cedera serius contohnya termasuk penggambaran grafis dari TKP dari peristiwa kecelakaaan, mayat, proses operasi pasien, maupun cairan atau limbah dari tubuh.

2. Konten Kekerasan

yang dimagsud konten kekerasan disini adalah konten yang  mencakup tindakan kekerasan, artinya kekuatan fisik secara langsung maupun tidak langsung yang menyebabkan cedera atau bahaya. sebaliknya , gore berfokus pada kemungkinan pengguna bereaksi terhadap konten, bukan tindakan yang digambarkan. sedangkan konten kekerasan adalah tindakan yang digambarkan contohnya termasuk perkelahian yang tidak terorganisir, seperti perkelahian jalanan, kekerasan terhadap hewan, atau gambar  penembakan, peledakkan atau pengeboman,

3. Konten yang mengandung kata kata kotor

terakhir dari kebijakan ini adalah konten yang mencakup pengguna pervasif bahasa frofan atau cabul.

pada umumnya, pengiklan tidak menginginkan kontennya untuk ditempatkan disamping segala jenis konten itu, tidak mengaitkan merek mereka secara positif ini menguntungkan penerbit kami untuk memiliki jaringan Google, dimana pengiklan merasa terlindungi, karena mereka akan terus beriklan melalui google dan anda akan melanjutkan untuk mendapat manfaat dari pertisipasi dalam jaringan Google, berupa penghasilan atau pendapatan dari para pengiklan ini.

Tujuan utama pihak Google adalah untuk membantu memfasilitasi ekosistem periklanan digital yang sehat untuk masa depan Google dan mitra mereka yang terhubung dan pihak Google percaya dalam membina lingkungan dimana pengguna, pengiklan, dan penerbit, semuanya bisa berkembang dalam ekosistem periklanan digital yang sehat, dengan menilai masing-masing pihak secara setara, pihak google ingin membantu untuk memastikan keberlanjutan industri mereka.



Sumber Referensi :

Jhon Brown, yang mewakili tim kebijakan Google AdSense pada videonya tentang 
Understanding Policy: Shocking Content

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Script Iklan Kiri disini