Apakah Anda termasuk dalam kategori Power atau Force? Begini konsepnya
Saturday, July 20, 2019
Edit
Motivasi | Hallo Selamat pagi/siang/malam semoga sehat dan sukses selalu ya, pada kesempatan kali ini Database Pikiran ingin berbagi hal baru tentang Power atau Force yaitu ringkasan dari buku yang berjudul Power Vs Force karya dari David R.Hawkins M.D.,Ph.D yang mungkin dapat menambah wawasan bagi anda yang membacanya, baiklah langsung saja kita simak :
Sifat alami suatu kekuatan sejati terkadang sering dibuat bingung dengan kekuatan yang dipaksakan, kekuatan sejati (Power) berasal dari dalam diri, sementara kekuatan yang dipaksakan (Force) adalah sesuatu yang dipaksakan pada orang lain. Force adalah sesuatu yang bisa membuat orang lain untuk bekerja dalam jangkan waktu tertentu, namun ketika force menghadapi kekuatan sejati (Power), ia akan kalah dan hancur.
salah satu contoh adalah perjuangan Gandhi dalam memerdekakan bangsa india dari kerajaan Inggris, kerajaan inggris mencoba memaksakan kehendak mereka dengan menggunakan pasukan bersenjata dalam jumlah besar namun ketika mereka menghadapi perlawanan yang didasarkan atas kekuatan cinta sejati sebagaimana yang Gandhi selalu kedepankan, kerajaan inggris pun akhirnya menyerah.
Buku Power vs Force ini menjelaskan bagaimana pikiran bawah sadar kita sangat berkaitan dengan sesuatu yang memberikan benefit yang sifatnya negatif atau positif terhadap tubuh, sang penulis buku mendemonstrasikannya di hadapan ratusan penonton, ia memberikan sebuah test dimana ia menempatkan jarinya diatas tangan seseorang kemudian ia menekannya, jika orang tersebut memikirkan hal-hal positif maka ia akan menolak namun jika ia memikirkan sesuatu yang negatif, energi negatif tersebut akan memberikan jalan.
bagian dari buku ini agak sedikit aneh dan sepertinya agak berlebihan oleh karenanya saya tidak akan mencoba menghakimi buku ini untuk sementara waktu, kita tahu bahwasanya kita bisa merasakan energi negatif yang dipancarkan oleh beberapa orang, oleh karenanya saya yakin ada sebuah kebenaran yang dituangkan dalam buku ini. selain itu salah satu aspek penting dalam buku ini bisa ditemukan di bagian Peta kesadaran, peta ini adalah sebuah grafik yang didasarkan pada berbagai level kesadaran yang berbeda yang memiliki rentang dari 0 yaitu rasa malu sampai ke level 1000 yaitu level pencerahan.
semua yang berada dibawah nilai 200 akan bersifat destruktif terhadap kehidupan, sebaliknya, segala yang berada diatas level 200 adalah bentuk ekspresi konstruktif dari power, level 200 dikenal dengan nama keberanian, grafik ini sangat menunjukan rasa marah ternyata bukanlah bentuk emosi yang paling buruk, namun rasa malu dan bersalah adalah bentuk emosi yang jauh lebih negatif, rasa marah, walaupun tidak ideal, bisa membawa anda kearah yang benar dan akhirnya bisa meningkat kearah sifat berani (keberanian). Peta kesadaran terdiri dari berikut :
PETA KESADARAN
Untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia tingkat kesadaran secara global telah melewati batas nilai 200 dan terus meningkat keatas secara positif. secara keseluruhan dunia saat ini masih berada diatas level kesadaran negatif,
Baca juga :
1. Bagaimana lagu dapat mempengaruhi baik buruknya karakter kita ? begini penjelasannya.
2. 10 kebiasaan orang-orang yang mencapai kesuksesan.
Saat ini para pemimpin sejati memahami peran mana yang harus mereka mainkan, pemimpin sejati memberikan inspirasi berupa loyalitas, pemimpin yang tidak sejati atau yang menerapkan force berkuasa dengan cara menerapkan rasa takut, pelajarilah peta kesadaran manusia ini dan cobalah untuk mengambil keputusan setiap harinya yang berdasarkan pada kesadaran yang lebih tinggi, dan bukan berdasarkan pada kesadaran yang lebih rendah.
Nelson Mandela pernah Mengatakan " semoga pilihan anda merefleksikan harapan anda, dan bukan ketakutan anda". oleh karena itu cobalah setiap harinya dalam kehidupan anda, dari pada hanya mencoba untuk bertahan hidup dan sekedar ada, cobalah untuk hidup dengan menggunakan power dan tidak menggunakan force.
Sumber :
Video courtesy of : Between The Lines
Video Translate by : dee lesmana
Sifat alami suatu kekuatan sejati terkadang sering dibuat bingung dengan kekuatan yang dipaksakan, kekuatan sejati (Power) berasal dari dalam diri, sementara kekuatan yang dipaksakan (Force) adalah sesuatu yang dipaksakan pada orang lain. Force adalah sesuatu yang bisa membuat orang lain untuk bekerja dalam jangkan waktu tertentu, namun ketika force menghadapi kekuatan sejati (Power), ia akan kalah dan hancur.
salah satu contoh adalah perjuangan Gandhi dalam memerdekakan bangsa india dari kerajaan Inggris, kerajaan inggris mencoba memaksakan kehendak mereka dengan menggunakan pasukan bersenjata dalam jumlah besar namun ketika mereka menghadapi perlawanan yang didasarkan atas kekuatan cinta sejati sebagaimana yang Gandhi selalu kedepankan, kerajaan inggris pun akhirnya menyerah.
![]() |
| Gandhi (sumber Pixabay.com) |
Buku Power vs Force ini menjelaskan bagaimana pikiran bawah sadar kita sangat berkaitan dengan sesuatu yang memberikan benefit yang sifatnya negatif atau positif terhadap tubuh, sang penulis buku mendemonstrasikannya di hadapan ratusan penonton, ia memberikan sebuah test dimana ia menempatkan jarinya diatas tangan seseorang kemudian ia menekannya, jika orang tersebut memikirkan hal-hal positif maka ia akan menolak namun jika ia memikirkan sesuatu yang negatif, energi negatif tersebut akan memberikan jalan.
![]() |
| Buku Power vs Force (sumber : google.com) |
bagian dari buku ini agak sedikit aneh dan sepertinya agak berlebihan oleh karenanya saya tidak akan mencoba menghakimi buku ini untuk sementara waktu, kita tahu bahwasanya kita bisa merasakan energi negatif yang dipancarkan oleh beberapa orang, oleh karenanya saya yakin ada sebuah kebenaran yang dituangkan dalam buku ini. selain itu salah satu aspek penting dalam buku ini bisa ditemukan di bagian Peta kesadaran, peta ini adalah sebuah grafik yang didasarkan pada berbagai level kesadaran yang berbeda yang memiliki rentang dari 0 yaitu rasa malu sampai ke level 1000 yaitu level pencerahan.
semua yang berada dibawah nilai 200 akan bersifat destruktif terhadap kehidupan, sebaliknya, segala yang berada diatas level 200 adalah bentuk ekspresi konstruktif dari power, level 200 dikenal dengan nama keberanian, grafik ini sangat menunjukan rasa marah ternyata bukanlah bentuk emosi yang paling buruk, namun rasa malu dan bersalah adalah bentuk emosi yang jauh lebih negatif, rasa marah, walaupun tidak ideal, bisa membawa anda kearah yang benar dan akhirnya bisa meningkat kearah sifat berani (keberanian). Peta kesadaran terdiri dari berikut :
PETA KESADARAN
0-20 = RASA MALU
30 = RASA BERSALAH
50 = APATIS (PUTUS ASA)
75 = KESEDIHAN YANG MENDALAM
100 = KETAKUTAN (RASA TAKUT)
125 = KEINGINAN
150 = MARAH
175 = RASA BANGGA
200 = KEBERANIAN
250 = NETRALITAS
300 = KEMAUAN
350 = PENERIMAAN (SYUKUR)
400 = ALASAN/AKAL PIKIRAN
500 = CINTA
540 =KEBAHAGIAAN ( SUKA CITA )
600 = KEDAMAIAN
700 - dst =PENCERAHAN SPIRITUAL
![]() |
| Peta Kesadaran (sumber : google.com) |
Untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia tingkat kesadaran secara global telah melewati batas nilai 200 dan terus meningkat keatas secara positif. secara keseluruhan dunia saat ini masih berada diatas level kesadaran negatif,
Baca juga :
1. Bagaimana lagu dapat mempengaruhi baik buruknya karakter kita ? begini penjelasannya.
2. 10 kebiasaan orang-orang yang mencapai kesuksesan.
Perumpamaan / Saran
Power adalah seperti batu arang panas sementara force adalah seperti api baru yang berkobar-kobar, force adalah sesuatu yang anda paksakan, sementara Power adalah siapa diri anda sebenarnya.Semua bos atau pemimpin yang tidak percaya pada kekuatan dirinya sendiri akan menerapkan force agar bisa membuat bawahan bekerja sesuai dengan keinginganya supaya mereka memiliki justifikasi berada dalam posisinya.Saat ini para pemimpin sejati memahami peran mana yang harus mereka mainkan, pemimpin sejati memberikan inspirasi berupa loyalitas, pemimpin yang tidak sejati atau yang menerapkan force berkuasa dengan cara menerapkan rasa takut, pelajarilah peta kesadaran manusia ini dan cobalah untuk mengambil keputusan setiap harinya yang berdasarkan pada kesadaran yang lebih tinggi, dan bukan berdasarkan pada kesadaran yang lebih rendah.
Nelson Mandela pernah Mengatakan " semoga pilihan anda merefleksikan harapan anda, dan bukan ketakutan anda". oleh karena itu cobalah setiap harinya dalam kehidupan anda, dari pada hanya mencoba untuk bertahan hidup dan sekedar ada, cobalah untuk hidup dengan menggunakan power dan tidak menggunakan force.
Sumber :
Video courtesy of : Between The Lines
Video Translate by : dee lesmana


